Manfaat Zikir kepada Allah SWT


Sriwijaya Post - Jumat, 13 Maret 2009 08:44 WIB

“Tidaklah kalian ketahui bahwa hati hamba-hamba Allah SWT yang beriman itu dibahagiakan oleh Allah dengan banyak berzikir kepada-Nya” (QS Al-Hadid (57) : 16)

ALLAH SWT memerintahkan berzikir kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Karena itu semakin kuat iman seseorang akan semakin banyak pula zikirnya kepada Allah SWT. Zikir kepada-Nya juga menjadi alat hamba yang beriman untuk menghapus dosa-dosanya sebagaimana janji Dia dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 35: “Allah mempersiapkan pengampunan dosa dan ganjaran yang mulia bagi kaum muslimin dan muslimat yang berzikir.”
Zikir kepada Allah SWT merupakan sarana untuk menerangi pikiran dan mental guna mencapai taraf kesadaran ketuhanan yang Maha Tinggi. Lebih jauh lagi zikir juga akan membawa ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan hidup sebagaimana firman-Nya: “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan zikrullah. Ingatlah hanya dengan berzikir maka hati akan menjadi tentram.” (QS Ar-Ro’dhu (13): 28).
Pentingnya berzikir juga diungkapkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr : “Sesungguhnya bagi tiap-tiap sesuatu ada pembersihnya. Sesungguhnya pembersih hati itu adalah zikrullah, berzikir kepada Allah.” Dengan melaksanakan zikir, menurut At-Targhib wat Tarhib juz 11 disebutkan: “Dengan hati yang bersih kita akan mudah mengakses hidayah Allah SWT.”
Zikir adalah makanan rohani yang paling bergizi dan dapat pula membangkitkan selera ibadah serta menuju akhlak yang mulia atau akhlakul karimah. Berzikir bukan hanya sekadar membaca atau mengulang kalimat-kalimat suci. Tetapi berzikir itu untuk membangkitkan kesadaran yang lebih tinggi yaitu bergeraknya rohani seseorang menuju kepada Allah SWT.
Artinya, di saat menyebut nama Allah SWT, seharusnya kita mengarahkan jiwa ini semata-mata tertuju kepada-Nya, dan kembalilah kepada-Nya. Kemudian secara sadar memberikan ruh kita untuk menerima bimbingan dan tuntunan Allah guna memperoleh sinar-Nya (Pelatihan Shalat Khusyu’ karya Abu Sangkan).
Dengan berzikir berarti kita mengundang rahmat Allah SWT, dan doa para malaikat. Dengan banyak berzikir kepada-Nya, maka sesuai anji Allah, Dia akan menyelamatkan mereka dari semua bentuk kedzaliman, kegelapan dan kemaksiatan. Dalam hadist Abu Hurairah dan Abu Said Al-Khudri dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Tidaklah duduk suatu kaum yang berzikir menyebut nama Allah dan dinaungi para malaikat, dipenuhi mereka oleh rahmat Allah dan diberi ketenangan, karena Allah menyebut-nyebut nama mereka di hadapan malaikat yang ada di sisinya.” (HR Muslim, At-Turmudzi dan Ibnu Majah).
Banyak cara berzikir yang telah dituntunkan oleh Rasulullah SAW kepada hamba-hamba-Nya. Sebagai contoh berzikir secara be-rulang-ulang dengan mengagungkan asma Allah yang lazim pula disebut wirid. Ada juga zikir dengan cara mengeraskan suara seperti adzan, takbiran dan talbiyah. Bisa juga berzikir dalam hati atau sirri. Dapat juga melalui tafakkur diam dengan berusaha memahami penciptaan alam ini dan ada pula berzikir itu setiap saat, baik sewaktu berjalan, duduk, berdiri, sambil bekerja, bahkan ketika berbaring sekalipun.
Karena berzikir adalah penterapian pikiran dan mental agar selalu ingat setiap saat kepada Allah SWT, maka kapan saja dan di mana saja berzikir itu tidak ada halangan atau larangan. Karena dengan demikian akan membangkitkan kesadaran berketuhanan yang tinggi untuk membersihkan jiwa dari kekotoran pikiran. Kita tidak boleh ragu-ragu zikir kita tidak didengar Allah SWT. Kita harus yakinkan diri melalui qolbu kita bahwa Allah SWT itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher kita.
Memang untuk berzikir yang baik itu bukan gampang, tapi tidak pula terlalu sulit. Yang penting harus dilaksanakan. Bila tidak setiap saat, minimal setiap ada kesempatan. Menurut ahli zikir, apabila zikir seseorang telah mantap akan terasa perubahan mental dari waktu ke waktu. Setiap hari akan ada perubahan jiwa yang luar biasa terutama kelembutan hati yang terpancar dari tutur sapanya. Ini pula awal pendidikan akhlak mulia yang terbentuk karena pengaruh shalat dan zikir. Subhanallah!

sumber : http://www.sripoku.com
Category: 0 komentar

0 komentar:

Poskan Komentar

Loading...